[Kredit]Racun atau Obat??
[Kredit]Racun atau Obat??. Judul yang aneh kalau menurut saya. Akan tetapi ini berhubungan dengan pekerjaan saya sekarang ini. Kredit atau bahasa “beken”nya adalah leassing adalah suatu upaya untuk meminjam dana untuk banyak keperluan. Seperti: keperluan untuk membeli kendaraan, untuk modal usaha dan lainnya.
Sekarang ini, Saya adalah seorang Surveyour alias “analis” ketika seseorang memberikan sebundel aplikasi yang terdiri dari Foto copy Suami istri, PBB, Slip gaji dan lainnya untuk diajukan sebagai data-data dalam mengajukan kredit. Terus terang untuk masalah kredit, dulu sampai sekarang saya adalah orang yang paling anti untuk mengambil kredit. Bahkan jika ditawarkan untuk membuat kartu kredit saya selalu menolaknya mentah-mentah. Mungkin saya adalah seorang yang ”munafik” dijaman yang serba instan ini. Justru saya menilai kredit adalah sebagai ”racun”. Racun disini saya definisikan sebagai racun yang bisa menjadi obat yang baik, bahkan bisa juga menjadi obat yang mematikan.
Kredit sebagai obat yang baik jika kita sebagai nasabah tahu nilai angsuran dan menyanggupi pembayaran dengan tenor sekian tahun. Bahkan bisa menjadi “perangsang” untuk membuat pekerjaan kita dan usaha kita menjadi maju. akan tetapi kredit sebagai obat yang mematikan jika kita sebagai nasabah berlagak mampu menyanggupi pembayaran dengan tenor sekian tahun, tetapi akhirnya ” Bagaimana nanti deh!!!”. Pada akhirnya jika kita tidak sanggup lagi untuk membayar, barang yang kita miliki ditarik oleh pihak leassing dan kita akan di “Blacklist” oleh pihak leassing tersebut bahkan sampai-sampai barang tersebut disita oleh pihak leassing dan bank.
hmmm,,, dengan pekerjaan seperti ini saya seakan-akan meracuni orang dengan kredit. Sebuah tugas pekerjaan yang mulia bukan?
. Akan tetapi sebuah racun bisa diracik menjadi sebuah obat ibarat sebuah kalimat ” bisa ular yang jahat bisa kita ambil sebagai penawar jika kita terkena gigitan ular “.
Pada intinya, saya tidak melarang orang untuk mengajukan sebuah kredit. Karena saya yakin setiap orang pasti akan berpikir tentang kemampuan dan kapasitas mereka sebelum melakukan kredit. Sebelum melakukan kredit, ada sebuah pemikiran yang saya buat.
berpikirlah seperti ini: “Nanti Bagaimana?” bukannya “bagaimana nanti”
dengan persepsi seperti ini bisa saya katakan bahwa sebuah Kredit bisa dikatakan racun jika kita tidak bisa meraciknya dengan baik, bahkan bisa menjadi obat yang baik jika kita bisa menanganinya dengan baik pula. Tergantung ditangan siapa si[kredit] ini? Bagaimana menurut kalian?



wah, pemahaman sederhana namun dalam maknanya: “Nanti bagaimana?!”
Thanks for sharing ya
*Padahal baru 1 bulan di leassing
*
Kredit itu… kalo dihitung-hitung emang lebih mahal, tapi karena diangsur bisa terasa lebih murah. Jadi… yang penting jangan “keracunan” aja ama kredit.
Betul bro,,Jangan sampai keracunan. APalagi kalo sampai nunggak, waduh bisa repot deh didatengin collector..:D
naaa…semua kan balik lagi ke diri kita sendiri kan? tinggal pinter2an kita milih kredit yang bisa menjadi “obat” yang semujarabnya buat kita
Bener brother,,kalo bisa yang bunganya rendah..:D
Salam kenal ya
yups..salam kenal balik…tapi saya lebih sukak dipanggil sister aja yaaa
Wah, saya kapok dengan kredit.
Nggak lagi-lagi deh. Karena terbeban terus rasanya. Udah gitu tiap bulan abis terima gaji kesel aja gitu cuma lewat buat bayar kredit
Bener juga tuh,,tapi kalo kita bisa mengaturnya, mungkin bisa menjadi perangsang yang bagus buat usaha..
saya suka sekali dengan kalimat ini “Kredit bisa dikatakan racun jika kita tidak bisa meraciknya dengan baik, bahkan bisa menjadi obat yang baik jika kita bisa menanganinya dengan baik” betul..betul..betul…
pengalaman saya soalnya setelah baru 1 bulan bekerja di leassing..
Kemampuan kami hanya kredit…terus bagaimana biar aman berkredit ria?
Salam kenal dari komunitas keluarga miskin. Semoga sudi berkunjung ke blog kami untuk menyumbang kesempatan meraih masa depan yang lebih baik dan harmonis.
Terima kasih
Biar aman, lihatlah angsurannya dengan tenor berapa tahun. kita bisa mengira-ngira aja apakah dengan tenor sekian tahun dengan angsurannya cukup dengan penghasilan kita selama 1 bulan. Kalo ragu mending tidak usah deh..:D
Salam kenal ya,,siiippp saya akan mampir ke blog anda
berusaha terus agar tak terlibat lagi di dunia kredit
Bagus mba,,,tapi kalo untuk urusan barang yang mahal tapi berguna seperti Rumah, motor, dan mobil tidak ada salahnya untuk mengambil kredit. Akan tetapi kembali ke soal ” bagaimana nanti ? ” kalo kita mampu sih, it’s ok
saya justru heran dengan bank-bank tanah air yang gencar menyalurkan kredit, dahulu kita di ajak untuk giat menabung, tapi sekarang malah diajak giat berhutang, apa kita sudah kaya sehingga bisa berhutang atau sebaliknya…..
karena kita hidup di jaman serba instan om abdul. Kalau dahulu, jika saya ingin membeli barang mahal, kita harus menabung terlebih dahulu dan bersusah-susah dahulu. tetapi sekarang, untuk mendapatkan barang mahal itu kita cukup membayar DP dan sisanya angsuran dengan tenor tertentu..
gmn kabarnya mas, masih suka kredit ??? kwkwwkwk
yang jelas kalau ngak terlalu penting jangan kredit deh, tabung aja uang tu … kecuali kalau bener2 butuh ya ngak pa2 la …. semoga ngak kredit lagi
eh kok ngga ada updatenya?? apa udah pindah rumah???
kalo ane si gan,sesuaikan aje kebutuhan ame keinginan,jangan ampe keinginan dipaksakan